Jumat, 08 Juni 2012

KLASIFIKASI ZAT


KLASIFIKASI ZAT

A.              ASAM, BASA DAN GARAM
1.1  Indikator Asam-Basa dan Garam
Telah disebutkan bahwa asam mempunyai rasa asam, sedangkan basa mempunyai rasa pahit. Namun begitu, tidak dianjurkan untuk mengenali asam dan basa dengan cara mencicipinya, sebab banyak diantaranya yang dapat merusak kulit (korosif) atau bahkan bersifat racun. Kalian dapat dapat membayangkan betapa berbahaya jika kita harus mencicipi air aki yang mengandung asam sulfat. Asam sulfat sangat korosif, sehingga dapat mebimbulkan luka bakar yang serius.
         

Nama Indikator
Larutan asam
Laruatan basa
Larutan garam
Lakmus merah
Merah
Biru
Merah-ungu
Lakmus biru
Merah
Biru
Biru-ungu
         
Asam dan basa dapat dikenali dengan menggunakan zat indikator, yaitu zat yang memberi warna berbeda dalam lingkungan asam dan lingkungan basa digunakan di laboratorium yaitu kertas lakmus. Lakmus berwarna merah dalam larutan asam dan berwarna biru dalam larutan basa sedangakan pada larutan garam (netral) tidak berubah warna.

2.1  Indikator Alami


Indikator alami bersal dari ekstrak atau sari dari bagian-bagian tumbuhan tetentu, misalnya daun pacar air, bunga sepatu, bunga nusa indah. Indikator alami dapat juga berupa umbi-umbian seperti kunyit dan bit. Bahan-bahan ini dapat juga berubah warna ketika diteteskan ke dalam larutan asam atau basa. Oleh karena itu, bahan-bahan ini dapat digunakan untuk menentukan sifat suatu zat. Namun, indikator alami ini mempunyai ketelitian rendah.

No
Zat indikator alami
Asam
Basa
1.
2.
3.
4.
5
Kunyit
Umbi bit
Daun pacar air
Bunga sepatu
Bunga nusa indah
Kuning
Biru
Merah
Merah
Merah
Merah
Merah
Kuning
Kuning
Kuning




Melakukan Percobaan
Membuat indikator asam basa
Percobaan ini bertujuan untuk:
·         Mengamati warna ekstrak berbagai jenis bahan  tumbuhan dalam larutan asam, netral, dan basa,
·         Menentukan bahan alam yang dapat digunakan sebagai indikator asam basa.
a.      Alat dan bahan
Pelajarilah cara kerja berikut, kemudian siapkan alat dan bahan yang di perlukan
b.      Cara kerja
1.      Pilihlah beberapa helai mahkota bunga berwarna merah. Gerus dalam  lempung dengan sedikit air. Saring ekstrak mahkota bunga merah tersebut. Teteskan ekstrak mahkota bunga tersebut kedalam:
·         Air suling(netral)
·         Larutan cuka(asam)
·         Air kapur(basa)
Catat  hasil perubahan warna yang  terjadi.
2.      Lakukan hal yang sama dengan:
·         Mahkota bunga berwarna biru
·         Mahkota bunga berwarna kuning
·         Mahkota bunga berwarna lainnya
·         Kunyit
·         Bit
·         Kol merah
c.       Analisis data
Indikator asam-basa yang baik adalah zat warna yang memberi warna berbeda dalam larutan asam dan larutan basa. Ingat bahwa air suling termasuk contoh zat yang bersifat netral, asam cuka bersifat asam, dan air kapur bersifat basa. Berdasarkan hasil pengujian terhadap berbagai jenis bahan alam, bahan apa  saja yang dapat digunakan sebagai indikator asam basa.

 3.1 Indikator Buatan
Indikator buatan sering yang sering disebut indikator universal. Indikator universal berupa kertas yang mengandung bahan tertentu. Indikator ini dapat berubah warna tertentu sesuai tingkat keasaman dan kebasaan suatu zat. Perubahan warna terjadi ketika indikator dicelupkan ke dalam asan dan basa. Indikator universal dapat digunakan untuk menentukan asam, basa, atau garam, sekaligus pH-nya
Cara menentukan pH dengan mencelupkan kertas indikator universal ke dalam larutan yang di uji. Perubahan warna pada kertas indikator universal dicocokkan dengan kertas warna pada kemasan.

4.1 Tingkatan Keasaman (pH)


Larutan asam mempunyai tingkat keasaman yang berbeda-beda. Perbedaan tingkat keasaman dapat terjadi karena perbedaan kepekatannya. Ketika kita makan bakmi atau bakso, kita menambahkan cuka atau jeruk lebih banyak untuk menambah keasamannya, bukan? Selain karenakepekatan, tingkat keasaman juga bergantung pada jenis asamnya. Asam sulfat 5% jauh lebih asam dari pada asam cuka 5%, jus lemon jauh leih asam dari pada jus tomat.
Tingkat keasaman lazim dinyatakan dengan skala pH. Skala pH berkisar dari 0 hingga 14 engan ketentuan sebagai berikut:
Larutan asam mempunyai pH < 7
Larutan basa mempunyai pH > 7
Larutan netral = 7
Jadi, semakin asam suatu larutan, semakin kecil pH-nya. Larutan dengan pH = 1 memiliki sifat 10 kali lebih asam daripada larutan dengan pH = 2, larutan dengan pH = 1 memiliki sifat 100 kali lebih asam daripada larutan dengan pH = 3, dan seterusnya.
Tabel tingkat keasaman berbagai jenis bahan
Bahan
pH
Cairan lambung
Jus lemon
Asam cuka
Anggur
Jus tomat
Kopi (hitam)
Hujan asam
Urine
Air huajn
Susu
Air suling
Darah
Larutan soda kue
Larutan borak
Pasta gigi
Bubur magnesia
Air soda
Larutan amonia
1,0
2,3
2,9
3,5
4,1
5,0
5,6
6,0
6,5
6,6
7,0
7,4
8,4
9,2
9,9
10,5
11,0
11,9


5.1 Sifat Asam, Basa dan Garam

5.1. a Sifat asam
          Zat bersifat asam mempunyai rasa masam. Kalian dapat mengetahui adanya kandungan asam dalam suatu makanan melalui rasanya. Selain itu, sifat lain asam yaitu dapat mengahntarkan arus listrik. Kemampuan menghantarkan listrik ini disebabkan adanya ion-ion dalam asam dapat membawa muatan listrik. Beberapa jenis sumber energi listrik memanfaatkan asam agar dapat berfungsi, misalnya baterai dan aki.
          Asam juga bersifat korosif. Artinya, asam dapat melapukkan berbagai jenis benda logam maupun nonlogam. Zat asam dapat merusak serat kain, kulit, dan kertas. Jenis-jenis asam tertentu dapat bereaksi sangat cepat. Asam dapat menyebabkan lubang pada kulit, logam, kayu, dan benda-benda lain. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam menggunakan bahan-bahan yang bersifat asam di laboratorium!
          Asam dikelompokkan menjadi dua, yaitu asam lemah dan asam kuat. Pengelompokkan tersebut dikelompokkan berdasarkan tingkat keasamannya. Sementara itu, berdasarkan asalnya, asam dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. Asam tersebut yaitu asam organik dan asam mineral.
          Asam organik biasanya berupa asam lemah dan tidak terlalu korosif. Asam ini terdapat secara alami dan mudah ditemukan di sekitar kalian misalnya terdapat dalm buah-buahan dan dalam hewan piaraan.
          Asam mineral umumnya berupa asam kuat dan sangat korosif. Jenis asam ini tidak terdapat secara langsung di alam tetapi sengaja di buat untuk keperluan tertentu.
Beberapa contoh asam
Asam
Kuat/Lemah
Terdapatnya/Digunakan
Asam askorbat
Lemah
Dalam buah-buahan, disebut juga vitamin C
Asam karbonat
Lemah
Dalam minuman bersoda
Asam sitrat
Lemah
Dalam jeruk dan lemon
Asam asetat
(asam cuka)
Lemah
Dalam cuka makan
Asam laktat
Lemah
Dalam yoghurt
Asam salisilat
Lemah
Dalam aspirin
Asam fosfat
Sedang
Dalam pembuatan cat anti karat, dalam pembuatan pupuk
Asam klorida
Kuat
Dalam getah lambung, dalam penyepuhan sebagai pembersih permukaan logam
Asam nitrat
Kuat
Dalam pembuatan pupuk dan bahan peledak
Asam sulfat
Kuat
Dalam aki, juga dalam pembuatan pupuk

Asam dalam makanan
          Banyak makanan dan minuman yang mengandung asam. Berbgai buah, seperti jeruk, lemon, nanas dan anggur, mengandung asam sitrat, dan asam askorbat yang lebih dikenal sebagai vitamin C. Saus tomat dan asam cuka menagndung asam cuka (asam asetat),. Minuman bersoda seperti coca cola, pepsi, atau sprie, mengandung asam karbonat. Minuman seperti itu dibuat denga melarutkan karbon dioksida ke dalamnya. Karbon dioksia bereaksi dengan air membentuk asam karbonat (H2Co3). Ketika botol dibuka, sebagian karbon dioksida kluar menjadi gas.


Asam dalam tubuh
          Jaringan yang melapisi dinding lambung menghasilkan asam klorida, suatu asam yang sangat kuat. Getah lambung mempunyai pH 1-2. Jika sepotong logam zink dimasukkan ke dalam asam klorida dengan kepekatan yang sama dengan kepekatan dalam lambung, ia akan segera larut. Asam klorida dalam lambung ini berfungsi mematikan bakteri yang terdapat dalam makanan. Juga untuk menciptakan kondisi yang sesuai untuk memulai pencernaan protein
Hujan asam
          Air hujan bersifat asam dengan pH sekitar 6. Hal ini terjadi karena karbon dioksida yang terdapat dalam udara sebagian larut dalam air hujan menghasilkan asam karbonat. Air hujan yang pH-nya kurang dari 5,6 disebut hujan asam.
          Hujan asam terjadi karena udara tercemar oleh oksida-oksida yang bersifat asam, khususnya oksida belerang (SO2 dan SO3) dan nitogen (NO2). Oksida belerang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, khususnya batu bara, dan industri pengolahan logam. Adapun oksida nitrogen bersal dari asap kendaraan bermotor dan asap industri.
Hujan asam menimbulkan berbagai kerugian antara lain:
a.       Merusak tumbuhan
b.      Mengurangi kesuburan tanah
c.       Mematikan biota air
d.      Merusak bangunan, khususnya yang terbuat dari logam dan batu pualam (karbonat)

Asam dalam tanah
pH tanah berkisar antara 4 hingga 8, tetapi kebanyakan antara 6,5 hingga 7,5. Di daerah tanah kapur, tanah sedikit bersifat basa, sedangkan di daerah berpasir atau lahan gambut tanah bersifat asam, tanah liat biasanya sedikit bersifat asam.
Tanah yang baik adalah tanah yang sedikit asam dengan pH 6,5 hingga 7.

Asam di laboratorium
            Di laboratorium kimia, misalnya laboratorium sekolah dan laboratorium farmasi sudah pasti terdapat berbagai jenis asam, seperti asam klorida, asam sulfat, asam fosfat, asam nitrat, dan asam asetat. Asam di laboratorium kimia diperlukan untuk membuat suasan asam dalam larutan, menetralkan larutan yang bersifat basa, atau untuk direaksikan dengan zat lain.

5.1. b Sifat Basa
          Sebagian besar sabun bersifat basa. Jadi, kalian dapat mengetahui beberapa sifat basa dari sifat-sifat yang dimiliki sabun. Misal, sabun terasa licin di kulit. Larutan basa juga licin di kulit. Sifat ini disebut alkali. Apabila asam berasa masam maka basa berasa pahit(getir). Mungkin kalian pernah merasakannya saat busa sabun secara tidak sengaja masuk ke mulut. Sifat basa juga terdapat dalam kapur, darah, dan berbagai cairan pembersih.
          Di laboratorium, kalian juga akan bekerja menggunakan basa, di antaranya kalsium hidroksida, natrium hidroksida, dan kalium hidroksida. Natrium hidroksida (NaOH) merupakan basa kuat yang digunakan sebagai cairan pembersih alat-alat dapur.
Beberapa jenis basa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-haridisajikan pada tabel berikut:


Basa
Natrium hidroksida
Kalium hidroksa
Kalsium hidroksida
Larutan amonia
kegunaan
Bahan sabun dan detergen
Bahan pengering pakaian, bahan penghapus cat
Menetralkan tanah asam di daerah pertanian
Bahan pupuk, bahan pemutih


Sifat lain basa yaitu dapat menghantarkan arus listrik. Basa dengan kadar yang tinggi dapat merusak kulit. Basa dapatbereaksi dengan asam menghasilkan air dan garam bersifat netral. Basa seperti kalsium hidroksida digunakan untukmenetralkan tanah pertanian yang terlalu asam. Tujuannya agar tanah dapat digunakan kembali untuk bercocok tanam. Basaseperti sabun digunakan untuk menetralkan racun dalam sengat lebah. Sengat lebah dan gigitan semut bersifat asam. Magnesiumhidroksida dalam obat mag dapat menetralkan asamlambung. Oleh karena itu, obat mag dapat meredakan sakit mag. Sakit mag terjadi akibat berlebihnya asam dalam lambung.

Basa dalam kehidupan sehari-hari
Basa dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
Ø Soda api (natrium klorida, NaOH) berfungsi untuk melarutkan lemak dan minyak, sehingga dapat digunakan untuk membuka saluran bak cucu yang mampat.
Ø Kalsium hiroksida atau kapur (Ca (OH)2) digunakan untuk kapur sirih dan sebagai bahan bangunan yaitu campuran adukan semen.
Ø Amonia digunakan dalam pembersih muka atau pembersih kaca.

Basa dalam industri
       Basa yang paling banyak digunakan dalam industri adalah natriun hidroksida dan kalsium hidroksida. Kalsium hidroksida merupakan basa yang paling murah. Bahan ini digunakan untuk menetralkan tanah pertanian yang kelebhan asam. Selain itu, kalsium hidroksida juga digunakan intuk membuat pemutih, seperti kaporit atau kapur klor. Natrium hidroksida digunakan dalam industri sabun, kertas dan rayon.


5.1. c Sifat Garam
Garam yang biasa kalian kenal yaitu garam dapur, rumuskimianya NaCl. Garam terbentuk ketika asam bereaksi dengan basa.
Misal:
Narium hidroksida + asam klorida → natrium klorida + air
atau dapat dituliskan dengan rumus kimianya:
NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H2O(aq)
(basa)             (asam)        (garam)        (air)
Reaksi antara asam dengan basa disebut reaksi netralisasi.
Di samping menghasilkan garam, reaksi ini juga menghasilkanair.
Beberapa sifat yang dimiliki garam sebagai berikut:
·         Bersifat netral, karena terbentuk dari reaksi antara asam kuatdengan basa kuat.
·         Tidak mengubah warna kertas lakmus ketika diidentifikasi.
·         Larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena terurai
menjadi ion-ion penyusunnya.
Beberapa jenis Garam dan kegunaan
Garam
Kegunaan
Natrium klorida
. mengawetkan makanan
. bumbu dan penambah cita rasa makanan
. bahan untuk membuat gas klorin
. bahan cetakan dan bahan celupan kain
Kalium nitrat
. bahan serbuk mesiu dan kembang api
. pupuk
Kalsium klorida anhidrous
Bahan pengering
Kalsium sulfat
Bahan membuat gips untuk patah tulang





Uji kepahamanmu!!
Jawablah soal-soal berikut!
1.      Apakah yang dimaksud dengan asam, basa, dan garam?
2.      Jelaskan perbedaan sifat antara asam, basa, dngan garam!
3.      Sebutkan beberapa jenis asam organik dan asam mineral!
4.      Sebutkan bahan-bahan yang bersifat basa!
5.      Klasifiasikan bahan-bahan berikut ke dalam zat-zat yang bersifat asam atau basa!
a.      Sabun mandi                      d. amoniak
b.      Larutan cuka                      e. karbol
c.       Jus jeruk                             f. Sari apel




Rangkuman
1.      Sifat asam anatara lain mempunyai rasa masam. Asam dapat menghantarkan listrik dan bersifat korosif.
2.      Berdasarkan tingkat keasamannya, asam dikelompokkan menjadi dua. Ada asam lemah dan asam kuat.
3.      Asam dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu asam organik dan asam mineral. Pengelompokkan ini berdasarkan asalnya.
4.      Sifat basa yaitu berasa pahit (getir) dan bersifat licin. Basa juga dapat menghantarkan listrik dan dapat menetralkan asam.
5.      Sifat garam di antaranya netral dan tidak mengubah warna kertas lakmus. Larutan garam dapat menghantarkan listrik.
6.      Sifat asam, basa, dan garam dapat diselidiki menggunakan indikator. Indikator tersebut dibedakan menjadi tuga, yaitu kertas lakmus, indikator buatan, dan indikator alami.



EVALUASI



A.    Pilihlah jawaban yang tepat!
1.    Jeruk mengandung zat..
a.       asam malat
b.      asam sitrat
c.       asam tartrat
d.      asam asetat
2.    Suatu bahan bersifat basa jika mempunyai sifat...
a.       Dapat mengahntarkan arus    listrik
b.      Terasa licin di kulit
c.       Melepaskan ion hidrogen (H+) dalam air
d.      Memerahkan lakmus biru
3.    Pernyataan di bawah ini tentang jenis indikator alami dan perubahan warnanya. Pernyataan yang benar yaitu...
a.    Umbi bit berwarna biru dalam larutan asam
b.    Kunyit berwarna kuning dalam larutan basa
c.    Bunga kana berwarna merah dalam larutan basa
d.   Daun pacar air berwarna merah dalam larutan basa.
4.    Di antara bahan-bahan berikut yang bersifat asam yaitu...
a.       Sabun
b.      Cuka dapur
c.       Sampo
d.      Kapur tulis
5.    Tanah yang bersifat asam dapat dinetralkan dengan menambahkan...
a.       Kalsium hidroksida
b.      Natrium hidroksida
c.       Amonium hidroksida
d.      Magnesium hidroksida

B.     Jawablah soal-soal berikut!
1.    apa sajakah kegunaan asam dalam kehidupan? Sebutkan!
2.    Sebutkan kegunaan basa dalam kehidupaan sehari-hari!
3.    Bahan-bahan apa saja yang  bersifat asam? Sebutkan!
4.    Sebutkan beberapa indikator alami dan perubahan warnanya dalam asam dan basa!
5.    Sebutkan jenis-jenisndikator buatan! Sebutkan pula trayek pH dan perubahan warnanya!



Kritik dan saran
1.      Metode yang ada di Rpp belum tercapai masih menggunakan metode ceramah
2.      Kurang menguasai kelas dan interaksi dengan peserta didik
3.      Kurang memahamkan peserta didik

Pertanyaan
1.      Kenapa Alkali berasa licin dikulit?
2.      Bagaimana cara mengetahui sifat asam, basa, dan garam secara fisik?
3.      Bagaimana cara mengurangi keasaman dari air hujan agar bisa dikonsumsi?
Jawab:
1.         Karena Alkali bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian. Reaksi ini merupakan bagian dari rasa licin yang diberikan oleh sabun.
2.         Untuk mengetahui sifat dari asam, basa dan garam tidak bisa dilihat langsung secara fisik, salah satu cara untuk mengetahuinya harus dengan merasakan atau menyentuhnya.   
3.         Cara mengurangi derajat keasaman pada air hujan:
Air hujan tidak bisa langsung diminum karena mempunyai derajat keasaman sekitar 6, air hujan terlebih dulu ditampung dulu dengan didiamkan beberapa jam ditempat penampungan kemudian agar terjadi koagulasi di dalam air dan akhirnya terbentuk endapan. Air akan menjadi jernih karena partikel-partikel yang ada dalam air akan ikut mengendap dan untuk selanjutnya air hujan sudah bisa dikonsumsi.